Menghitung Biaya Turun Mesin Motor dan Tips Mencegahnya

  • Home
  • Berita
  • Menghitung Biaya Turun Mesin Motor dan Tips Mencegahnya
Biaya Turun Mesin Motor

Seperti mengurus hewan peliharaan, Merawat motor memang gampang gampang susah, perlu ketelitian dan sedikit biaya perawatan. Namun mencegah lebih baik daripada mengobati, mencegah motor turun mesin akan jauh lebih hemat daripada memperbaikinya. Biaya turun mesin motor tidaklah murah, dan jelas bisa dengan mudah dihindari jika sebagai pemilik bisa mengurus motornya fengan baik.

Hampir semua kasus turun mesin terjadi karena sikap cuek dan lalai pemiliknya sendiri dalam melakukan perawatan, Servis rutin seharga 5 bungkus rokok dilewatkan sehingga kerusakan tidak terdeteksi dan merekbet ke bagian lain, kalo sudah ada asap putih mengepul, siapkan duit senilai 50 bungkus rokok untuk memperbaikinya.

Penyebab Motor Turun Mesin

1. Telat Ganti Oli

Perkara ganti oli merupakan alasan yang paling sering menjadi penyebab turun mesin, memang karena kesibukan, lupa atau bahkan masalah keuangan akan ada saja alasan untuk tidak ganti oli tepat waktu, penulis riderbaik sendiri agak susah jika harus tepat waktu banget dalam perkara oli, sebelum berangkat kerja kayaknya mepet waktunya, pulang kerja udah kemaleman, alhasil ditunda tunda sampe maksain ke bengkel pas weekend. Namun apapun alasannya ganti oli tepat waktu akan menghindari motor kita dari kerusakan parah, lebih baik pakai oli murah tapi rutin mengganti tiap bulan, daripada pake oli bagus tapi digantinya 3 bulan sekali.

2. Tidak mengontrol radiator

Untuk motor yang memiliki radiator, perawatan di bagian ini juga sangat berpengaruh pada umur motor. Pastikan air radiator tidak sampai habis, jika air radiator kering maka mesin akan cepat panas dan bisa berujung pada overheat, jika ini terjadi bisa saja berujung pada seher yang terkunci.

3. Malas melakukan Servis Besar

Melewatkan servis besar juga biasanya menjadi penyebab motor harus di “operasi”. Terbiasa melakukan servis ringan rutin membuat para biker jumawa akan kondisi motornya, padahal ada bagian bagian yang harus diperiksa atau dibersihkan melalui servis besar. Servis besar setidaknya harus dilakukan setahun sekali, untuk membersihkan kerak kerak yang menumpuk di ruang pembakaran. Bagian lain seperti klep dan seher juga tidak akan diperiksa saat servis rutin biasa, sehingga momen servis besar ini benar benar menjadi pembeda untuk performa motor kita.

4. Mesin motor yang tidak sesuai standar

Motor yang sudah melakukan bore-up jelas memiliki resiko turun mesin yang lebih tinggi, karena penambahan kapasitas mesin yang tidak diimbangi oleh penyesuaian di bagian lain akan membuat motor bekerja lebih keras, bagian mesin bekerja lebih keras sehingga berumur lebih pendek.

Selain keempat penyebab motor turun mesin diatas, tentunya cara kita menggunakan si kuda besi juga bisa mempengaruhi umur mesin, kebiasaan menggeber geber motor juga membuat mesin cepat aus. Jadi jangan lupa untuk rawat dengan baik tunggangan kita masing masing.

Jika para rider banyak melewatkan 4 poin diatas, segera periksakan motornya ke bengkel, semakin dini semakin banyak yang bisa dihindari, untuk deteksi awal, riderbaik juga telah merangkum Tanda Tanda Motor yang harus turun mesin.

Baca Juga : 

Tanda-tanda Kerusakan Mesin Motor

1. Keluar Asap Berwarna Putih

asap putih tanda kerusakan mesin motor

Asap pekat berwarna putih seperti fogging DBD ini adalah tanda yang paling jelas menandakan kebocoran mesin, asap putih keluar karena oli mesin rembes ke ruang bakar sehingga ikut terbakar, jika ini terjadi harus segera diperbaiki karena ideoanya ruang bakar ini steril dari oli mesin.

2. Motor Susah Menyala

Senada dengan poin nomer satu, masalah motor susah hidup juga bisa disebabkan oleh masalah serius, Oli yang rembes ke ruang pembakaran bisa membasahi busi, dan menimbulkan kerak pada busi, jelas ini akan membuat motor sulit untuk hidup dan juga memperpendek umur busi.

3. Suara Mesin Kasar

Dengarkan suara mesin dengan seksama, adakah perubahan dibandingkan biasanya? suara mesin yang kasar bisa diakibatkan karena oli mesin yang sudah berkurang, atau mungkin saja oli nya sudah habis. Idealnya suara mesin tidak banyak berubah seperti ketika pertama membeli.

4. Motor Tidak Bertenaga

Motor yang tenaga nya berkurang jauh juga bisa menjadi indikasi kerusakan mesin, mesin yang kekurangan oli maka tidak akan maksimal dalam pelumasan komponen yang sering bergesekan, ini membuat beberapa bagian seperti seher, atau ring seher jadi lemah, atau blok mesinnya baret sehingga bisa mengakibatkan kompresi bocor yang mempengaruhi tenaga motor.

Namun perkara motor tidak bertenaga ini juga cukup kompleks dan harus didiskusikan dengan ahli, karena bisa saja tenaga kurang bukan karena mesin, namun bagian lain seperti CVT pada motor matic.

Biaya Turun Mesin Motor Yamaha

Perangkat seher set yamaha

Memang perihal turun mesin ini sangat tergantung kerusakannya, namun rata rata untuk motor yamaha kelas menengah ke bawah biayanya sekitar 600ribu sampai 1.5juta.

Biaya Turun Mesin Motor Honda

Untuk motor honda sendiri, info yang kami dapat biaya jasa nya di angka 317,000 untuk turun mesin, sedangkan untuk biaya sparepart nya tidak terlalu jauh dengan yamaha, jadi ya tetap siapkan 700 hingga 1.5juta untuk motor kelas menengah ke bawah, namun jika yang diperbaiki adalah motor CBR, CRF dan lainnya, tentu biaya nya juga akan lebih mahal.

Untuk merek lain riderbaik belum memiliki data nya, namun biasanya untuk brand suzuki dan kawasaki biaya perawatannya sedikit lebih mahal dibanding yanaha dan honda.

Demikianlah artikel tentang biaya turun mesin motor dari Riderbaik, semoga motor para rider terhindar dari operasi besar seperti itu.

Tags:
Leave a Comment